2
Nov

PAMALI

“Hai engkau orang bodoh,

pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu,

dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”

(Luk. 12:20)

 

 

 

“Pamali” adalah ungkapan Sunda yang artinya tabu, terlarang disebut-sebut. Salah satu yang pamali adalah bicara tentang kematian. Padahal, semua orang akan mati, entah kapan. Bagi kita para lansia, entah kita berharta banyak atau sedikit, pernahkah kita memikirkan dan berbicara, “Bila aku mati, apakah hartaku akan menjadi berkat?” Sebab harta, setelah kita mati atau bahkan sebelumnya, kerap menimbulkan riak-riak dan gejolak di antara ahli waris.

 

 

Pengajaran Yesus tentang Orang Kaya yang Bodoh justru mengingatkan para pendengar untuk hidup dengan bijaksana. Yesus mau kita tidak pamali bicara tentang kematian dalam rangka mengelola harta yang Tuhan titipkan. Jika kita melulu menumpuk harta buat diri sendiri, firman Tuhan berkata, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung pada kekayaannya itu.” Marilah kita menata dan mengelola harta yang dipercayakan kepada kita agar menjadi berkat buat banyak orang, teristimewa agar dapat menjadi saluran berkat Tuhan bagi sesama.KUN

 

 

DOA:

Tuhan, kami sadar kematian itu sekali waktu akan datang.

Tolong kami agar hidup kami sungguh dapat berarti

bagi orang banyak, dan dapat menjadi berkat bagi orang lain

dan tidak melulu untuk diri kami sendiri.

Amin.

Multiple Ajax Calendar

November 2017
S M T W T F S
« Oct    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama