14
Nov

TELINGA HATI KITA

Setelah berkata demikian Yesus berseru:

“Siapa mempunyai telinga untuk mendengar,

hendaklah ia mendengar!”

(Luk. 8:8)

 

 

 

“Kek, tadi pagi guru Sekolah Minggu bilang manusia diciptakan Allah dengan dua mata, dua telinga dan satu mulut, tetapi hanya telinga saja yang tidak punya alat untuk menutup diri sendiri, kecuali oleh kedua telapak tangan kita. Kakek tahu kenapa?” tanya Minah. “Apa kata guru?” Kakek balik tanya. “Katanya: telinga kita mendengar bunyi-bunyian dan suara apa saja, tanpa dapat kita hentikan. Jika kita mau menyaring atau mencegahnya, maka kitalah yang menentukan apakah sesuatu patut didengarkan atau tidak.” “Benar, Min, kita harus pasang telinga jika kita mau sungguh-sungguh mendengarkan seseorang,” sambung Kakek.

 

 

Nah, Sobat Lansia, bukankah jika kita mulai sulit mendengar kita pasang telinga, artinya mengarahkan daun telinga kita, bahkan kita bantu dengan cakup telapak tangan kita? Itulah perilaku kita bila kita mau sungguh-sungguh memperhatikan. Hari ini Tuhan Yesus menegaskan, “siapa mempunyai telinga, hendaklah ia mendengar!” Artinya, hati kita harus kita pasang. Mendengarkan Tuhan harus dengan hati, kalau tidak, sama seperti  kita tidak bertelinga. Setiap kali kita mendengarkan atau membaca firman Tuhan haruslah dengan seluruh perhatian kita. Sobat, masih sanggupkah telinga hati kita mendengar Tuhan?JNA

 

 

DOA:

Tuhan, tolonglah kiranya kami agar telinga hati kami tetap penuh perhatian,

meski pendengaran telinga fisik kami makin menurun.

Kami yakin, Roh Kudus dapat menolong kami,

sehingga hati kami makin dekat dengan-Mu.

Amin.

 

Multiple Ajax Calendar

November 2017
S M T W T F S
« Oct    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama