7
Jan

MEMAKNAI BAPTISAN

Markus 1:4-11

“Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

(Mrk. 1:11)

 

 

 

Seruan Yohanes Pembaptis di padang gurun sangat gamblang, ”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (ay. 14). Namun, kemudian datanglah Yesus dan dibaptis oleh Yohanes. Maka, kita pun bertanya-tanya, “Apakah Yesus termasuk orang berdosa sehingga Ia perlu dibaptis oleh Yohanes?”

 

 

Yesus bukanlah orang berdosa. Yohanes tahu siapa Yesus sehingga ia sempat menolak untuk membaptis-Nya (Mat. 3:13-17). Namun, Yesus menjelaskan bahwa hal itu terjadi dalam rangka ketaatan-Nya kepada Allah. Yesus yang tidak berdosa menyamakan diri dengan para pendosa yang memohon rahmat dan belas kasihan Allah.

 

 

Baptisan Yesus juga merupakan pertanda bahwa kelak Ia akan mengalami penderitaan di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Baptisan Yesus berbeda dengan baptisan semua orang berdosa. Ketika Yesus dibaptis, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari Surga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (ay. 11). Di dalam baptisan Yesus, ada penyataan Allah bahwa Ia berkenan kepada Yesus.

 

 

Baptisan yang dilayankan gereja adalah ritual suci yang melaluinya kita menyatakan komitmen kita untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah sehingga Allah berkenan menyertai kita.

 

 

REFLEKSI:

Dalam sakramen baptisan mestinya terjadi komitmen ketaatan kepada Allah.

Kej. 1:1-5; Mzm. 29; Kis. 19:1-7; Mrk. 1:4-11

Multiple Ajax Calendar

January 2018
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama