9
Jan

PANIK

Mazmur 69:1-6, 31-37

… aku telah terperosok ke air yang dalam,

gelombang pasang menghanyutkan aku.

(Mzm. 69:3)

 

 

 

Bagaimana rasanya berada di dalam air yang makin lama makin tinggi menggenangi tubuh kita padahal kita tidak bisa berenang. Pasti kita akan panik, ketakutan luar biasa. Dalam kehidupan kita, ada banyak hal yang bisa membuat kita panik. Bisa karena penyakit kronis yang terus menggerogoti tubuh kita, keadaan ekonomi keluarga yang morat-marit, atau karena anak kita tiba-tiba mengalami kecelakaan lalu lintas.

 

 

Daud dalam kondisi panik. Ia melukiskan dirinya sedang tenggelam dalam rawa yang dalam dan tidak ada tempat lagi untuk bertumpu. Bagaikan orang yang dihempas gelombang, ia terbawa hanyut. Jelas itu bukan kondisi biasa-biasa saja. Musuh begitu banyak dan siap untuk melumatnya habis. Ia pun berteriak kepada Allah. Tampaknya bukan sekali dua kali Daud berteriak kepada Allah. “Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku” (ay. 4).

 

 

Bisa jadi dalam kondisi kritis, kita juga panik dan berseru kepada Allah. Mungkin juga kita merasa Allah diam saja, tidak peduli. Saat kita tak berdaya dan berseru kepada Allah, sering kali kita tidak sabar menanti pertolongan-Nya sehingga kita mencari jalan pintas yang alih-alih menyelesaikan masalah, justru menimbulkan masalah baru. Belajarlah dari Daud, ia tidak putus asa, sebab Tuhan pasti menolong. “Kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!” (ay. 33)

 

 

REFLEKSI:

Bersabar dalam menanti pertolongan Tuhan adalah lebih baik

ketimbang tergesa-gesa memaksakan diri mencari jalan pintas.

Mzm. 69:2-6, 31-37; Kel. 30:22-38; Kis. 22:2-16

Multiple Ajax Calendar

January 2018
S M T W T F S
« Dec    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama