6
Feb

BAPA, PELUKLAH AKU

Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu ….

(Mzm. 56:4)

 

 

 

Mari mengenang saat-saat ketika anak-anak masih kecil, saat mereka kita bawa ke dokter untuk divaksin atau karena sakit. Di luar kamar periksa, mereka tidak menangis, tapi mereka menangis begitu melihat dokter atau suster. Dan semakin keras menangis ketika melihat peralatan medis. Mereka memeluk kita erat-erat karena percaya kita dapat membebaskan mereka dari ketakutan. Padahal kitalah yang membawa mereka ke dokter agar mereka tetap sehat atau kembali sehat seperti sediakala.

 

 

Kita telah mengalami menjadi lansia seperti kembali menjadi kanak-kanak. Kita harus belajar berjalan untuk tidak jatuh, belajar makan minum dengan rapih, harus diingatkan untuk minum obat, susah tidur, lambat bangun, banyak lupa, dan lain-lain. Dan seperti dahulu anak-anak kita takut ketika melihat peralatan medis, sekarang kita pun sering takut oleh sebab-sebab yang nyata atau tidak nyata, karena menjadi lansia dekat dengan ketidakberdayaan dan kesendirian. Jika dulu anak-anak memeluk kita erat-erat karena ketakutan, biarlah sekarang kita memeluk Bapa erat-erat ketika merasa takut, karena kita percaya kepada-Nya. Percaya bahwa Dia mampu mengenyahkan ketakutan kita.KUN

 

 

DOA:

Bapa, banyak hal yang kami takutkan.

Kami mau memeluk-Mu, Bapa. Peluklah kami erat-erat.

Dalam pelukan-Mu kami merasakan damai dan sejahtera. Amin.

Multiple Ajax Calendar

February 2018
S M T W T F S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama