14
Feb

Langit dan Bumi yang Baru

Wahyu 21:1-8

“Lihatlah, 

Aku menjadikan segala sesuatu baru!”

(Wahyu 21:5)

 

 

 

Apa maksud kalimat langit yang baru dan bumi yang baru? Apakah dunia ini akan dihancurkan lantas digantikan dengan yang baru? Karena jika kita hubungkan dengan bencana-bencana alam yang konon akan terjadi pada akhir zaman, maka akan masuk akal, jika dunia ini akan dihancurkan Tuhan. Kalau begitu perlulah ada penggantinya, yakni langit yang baru dan bumi yang baru. Akan tetapi, benarkah demikian?

 

 

Teens, sangat menarik sekali penulis Kitab Wahyu menggambarkan langit dan bumi yang baru menggunakan gambaran pernikahan. Yerusalem yang baru akan turun “dari surga” seperti mempelai perempuan yang berdandan bagi suaminya (ay. 2). Surga dan bumi bagaikan dua mempelai, yang satu diciptakan untuk yang lain. Penulis Kitab Wahyu menggunakan kata “yang baru” untuk membedakannya dengan “yang lama”, yakni kondisi dunia yang dipimpin oleh pemerintah Romawi yang sangat dipenuhi dosa dan ketidakadilan. Kalimat “bumi yang pertama” (ay. 1) mengartikan sebuah kondisi yang diwarnai kekerasan dan eksploitasi, yang dilakukan pemerintah Romawi, dan bukan bumi yang kita asumsikan akan dihancurkan. Dalam ayat 4, dijelaskan bahwa tidak akan ada lagi penderitaan, karena segala sesuatu yang lama akan berlalu. Di sinilah janji Allah menjadi penguatan bagi mereka.

 

 

Teens, Allah adalah Alfa dan Omega. Artinya, Dialah yang menciptakan dunia ini dan akan terus merawat dan membaruinya dengan penuh cinta kasih. Jika kita berpikir dunia ini akan dihancurkan, bisa saja kita berbuat sekehendak hati kita. Namun, menjadi lain saat kita berpikir bahwa Allah terus merawat dunia ini sampai pada kesudahannya. Kita diundang untuk merawat bumi ini, baik alam maupun manusianya sehingga keadaannya menjadi baru dan terus diperbarui. Apa yang bisa kamu lakukan untuk merawat bumi yang Allah cintai ini?

Multiple Ajax Calendar

February 2018
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama