1
Mar

PENYUMBAT BERKAT

“… air yang akan Kuberikan kepadanya,

akan menjadi mata air di dalam dirinya,

yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

(Yoh. 4:14)

 

 

 

Suatu sore Nenek sedang bergembira dan sambil bernyanyi ia menyirami tanaman pagar yang mengelilingi kebunnya. Tiba-tiba saja semprotan selang air berhenti mengalir. Nenek langsung emosi, “Siapa yang mematikan keran air!” Nenek sudah siap memarahi cucu perempuannya yang bermain di kebun. Untung sebelum dia marah, sang cucu berteriak, “Nek, kaki Nenek yang kanan nginjak selang air.” Seandainya kita adalah nenek tesebut, apakah kita masih emosi dan tidak mau mengakui kitalah yang bersalah setelah kita tahu bahwa kitalah yang telah menginjak selang itu sehingga air berhenti mengalir?

 

 

Namun, tahukah sobat ada yang lebih mengerikan? Yaitu sejak kita mengenal Tuhan Yesus sampai usia lanjut, mungkin saja kita telah menginjak selang penyalur berkat Tuhan dengan berperilaku egoistis. Kita telah menghalangi kuasa Tuhan bekerja melalui kita. Ingatlah ajakan Tuhan Yesus kepada wanita Samaria itu juga berlaku bagi kita, yaitu hidup yang telah kita serahkan kepada Tuhan seharusnya, oleh kuasa Roh Kudus, menjadi mata air dalam diri kita, yang terus-menerus memancar melalui kehidupan kita. Sayangnya, berkat Tuhan berhenti di kita karena kita telah jadi penyumbat saluran berkat-Nya. Apakah kita mau berubah?JNA

 

 

DOA:

Ya, Bapa yang mahakasih, kami sadar akan dosa kami

menjadi penyumbat aliran berkat Tuhan Yesus.

Ampunilah kami dan ubahlah kami, ya Roh Kudus,

agar kami mau berserah dan jadi penyalur berkat-Mu. Amin.

Multiple Ajax Calendar

March 2018
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama