10
Mar

MENGALAMI PEMBARUAN HIDUP

Yohanes 3:1-13

Yesus menjawab, kata-Nya:

“Aku berkata kepadamu, 

sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali,

ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

(Yoh. 3:3)

 

 

 

Dalam buku Eka Darmaputera 10 Tipe Orang Menyebalkan, ada kutipan pepatah China sebagai berikut: “Ada orang yang tahu bahwa ia tidak tahu. Ia jujur, ajari dirinya. Kemudian, ada orang yang tahu bahwa ia tahu. Ia bijak, ikuti dirinya. Tetapi, ada sebagian yang tidak tahu bahwa ia tahu. Ia mengalami rendah diri, sadarkan dirinya. Dan akhirnya, ada orang yang tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Ia bebal, hindari saja!” Dalam kehidupan kita, memang ada orang bebal yang merasa tahu segala sesuatu dan tidak mau belajar serta mengalami pembaruan hidup.

 

 

Nikodemus adalah contoh orang yang dapat dikatakan rindu mengalami pembaruan hidup dan memiliki pertanyaan iman. Namun, ia bingung dalam mencari jawabannya. Karena itu, ia datang kepada Yesus. Ia datang bukan pada siang hari, melainkan pada malam hari, mungkin agar apa yang dilakukannya tidak diketahui orang lain. Maklum, ia adalah seorang Farisi yang semestinya menjadi “tempat bertanya” tetapi ia malah bertanya kepada orang lain. Apalagi ia bertanya kepada Yesus yang dibenci oleh orang Farisi. Namun, pergumulan Nikodemus ditanggapi dengan baik oleh Yesus sehingga Nikodemus diingatkan untuk meyakini perihal Kerajaan Allah.

 

 

Youth, jadilah seorang yang senantiasa mau diisi dan bertumbuh, senantiasa mau belajar dan dibentuk agar mengalami pembaruan hidup! Rasa sok tahu dan keras hati hanya akan menjadi tembok besar yang menghadang pembaruan hidup.

 

 

  1. Apa yang menjadi pergumulan Nikodemus?
  2. Apakah Anda adalah pribadi yang mau belajar terus-menerus? Mengapa?

 

 

Pokok Doa: Kaum muda rendah hati dan dapat mengalami pembaruan hidup.

Multiple Ajax Calendar

March 2018
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama