5
Apr

BERANI MENGALAH

“… jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan,

jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”

(Kej. 13:9)

 

 

 

Kedewasaan seseorang biasanya sejalan dengan usianya. Semakin bertambah usia seseorang, seharusnya dia semakin dewasa. Sayangnya hal itu tidak selalu terjadi. Tidak sedikit lansia yang menjadi kekanak-kanakan. Terlebih lagi, sebagai orangtua biasanya kita menuntut penghormatan dan ketaatan tanpa syarat. Sebab itulah banyak lansia yang inginnya diperhatikan, dimengerti dan dibenarkan. Maunya menang sendiri. Begitukah seharusnya? Tidak!

 

 

Sobat Lansia, untuk menyelesaikan sengketa wilayah penggembalaan antara dirinya dan Lot keponakannya. Abram berketetapan, “jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” Abram mengalah dengan mempersilakan Lot memilih lebih dulu. Sama sekali tidak ada keangkuhan, keinginan untuk dimengerti karena “ketuaannya.” Tidak ada juga keinginan untuk mengatur, sebaliknya ia meletakkan diri sebagai pihak yang mengalah. Abram menjadi teladan yang baik bagi kita agar di usia lanjut ini kita mau menanggalkan sikap yang selalu mau dimengerti, selalu mau menang sendiri, dan selalu maunya diperhatikan terus. Mari kita belajar untuk bisa juga memahami orang lain.AJ

 

 

DOA:

Tuhan Yesus, berikanlah kami kerendahan hati seperti hati-Mu.

Dalam masa tua ini jauhkanlah kami dari sikap yang buruk

yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Amin.

Multiple Ajax Calendar

April 2018
S M T W T F S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama