16
Apr

KEANGKUHAN HIDUP

Sebab semua yang ada di dalam dunia,

yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup,

bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

(1Yoh. 2:16)

 

 

 

Pak Benji terbaring lemah di atas tempat tidur di sebuah rumah sakit mewah. Usianya menjelang 65 tahun. Ia seorang pengusaha sukses. Di masa mudanya sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja, menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Ia berharap dengan harta kekayaannya yang berlimpah, di kemudian hari dapat mencapai kebahagiaan yang diimpikannya. Pak Benji sangat membanggakan kekayaannya. Namun kenyataannya ia menapaki masa tuanya dengan menderita kanker pankreas stadium empat. Kekayaannya dipakai untuk biaya kesehatan dan membayar rumah sakit.

 

 

Kekayaan memang berkat Tuhan. Jadi berkat itu semestinya bukan hanya untuk memuaskan hati kita, tetapi juga menyenangkan hati Bapa, Tuhan kita. Orang tidak akan pernah puas dengan kekayaannya. Bagi orang beriman, kekayaan tidak diukur dengan jumlah harta benda yang dikumpulkannya. Seorang beriman disebut kaya, justru ketika ia dapat berbagi kepada sesama. Apakah Sahabat Lansia juga berpikir dan menyatakan kasih seperti yang Tuhan kehendaki? Jangan biarkan kita mengumbar keinginan daging dan keangkuhan hidup sebab itu bukan kehendak Bapa, Allah kita, namun itu berasal dari dunia.TG

 

 

DOA:

Bapa Surgawi, tolonglah kami

untuk memiliki kasih Bapa dalam hidup kami,

jauhkanlah dari keangkuhan hidup,

karena kasih-Mulah yang menghidupkan kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

April 2018
S M T W T F S
« Mar   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama