3
May

TELINGA YANG MAU MENDENGAR

Kisah Para Rasul 10:1-34

Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah

dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi

dan senantiasa berdoa kepada Allah.

(Kis. 10:2)

 

 

 

Untuk menjadi pendengar yang baik, tidak cukup memiliki dua telinga yang berfungsi normal. Saat dua orang sedang berselisih pendapat, biasanya orang berbicara dengan suara yang keras. Apakah hal itu dilakukan karena lawan bicaranya tidak dapat mendengar? Tentu saja tidak. Bandingkan dengan sepasang kekasih yang sedang berpacaran. Walaupun melakukan pembicaraan dengan suara berbisik, mereka mampu saling mendengar satu dengan yang lain. Apa yang membedakan kedua kasus di atas? Jawabannya adalah hati. Kasus pertama berbicara tanpa melibatkan hati, berbeda dengan kasus yang kedua, mereka melibatkan hati dalam pembicaraan.

 

 

Kornelius mendengar sapaan Allah yang disampaikan oleh malaikat. Kornelius tidak hanya mendengar setiap perkataan yang disampaikan malaikat. Ia juga membuka hatinya dan menerima dengan baik setiap hal yang diperintahkan malaikat itu. Hal ini terbukti dari tindakan Kornelius yang segera memanggil hambanya untuk melakukan hal yang disampaikan malaikat itu kepadanya. Kemudian hambanya pun segera pergi menjumpai Petrus dan memintanya untuk datang ke rumah Kornelius. Sesampainya di rumah Kornelius, Petrus bersaksi tentang Yesus Kristus dan, sekali lagi, Kornelius membuka hatinya dan percaya akan kesaksian itu.

 

 

Youth, telinga yang mendengar dan hati yang terbuka merupakan hal yang dibutuhkan dalam mendengar firman Tuhan. Dengan demikian, firman Tuhan bukan hanya dipahami, tetapi ia akan masuk dalam hati kita dan mengubah hidup kita.

 

 

  1. Bagaimana sikap Kornelius terhadap kesaksian yang disampaikan Petrus?
  2. Apa yang menjadi kendala untuk menjadi pendengar firman yang baki?

 

 

Pokok Doa: Telinga yang mendengar dan hati yang terbuka.

Multiple Ajax Calendar

May 2018
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama