4
May

BELAJAR DARI SAMPAH

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat ….

Itulah yang menajiskan orang.”

(Mat. 15:19-20)

 

 

 

Tiap hari kita membuang sampah, kemudian dikumpulkan oleh petugas kebersihan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Bagaimana reaksi kita seandainya ada orang yang membuang sampah di depan pagar rumah kita? Tentu saja kita akan merasa marah, bukan? Kita mungkin merasa percuma saja tertib buang sampah, jika orang lain tidak tertib. Kebersihan lingkungan bukan hanya tergantung pada seseorang tetapi pada semua orang. Apakah kita akan membersihkan sampah orang lain itu? Ataukah kita ikut buang sampah sembarangan?

 

 

Hati manusia juga dapat seperti “pabrik sampah.” Ya, sampah berupa pikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, iri hati, dendam, pencurian, hujat dan lain-lain. Mungkin saja sampah-sampah orang lain sering membuat hidup kebersamaan kita berantakan. Apakah kita mau tetap hidup bersih? Ataukah kita justru ikut memproduksi sampah kehidupan itu? Jika mungkin, mari kita bersihkan sampah dalam diri kita dan orang lain. Sebagai lansia, mari kita berusaha menjaga hidup kita agar selalu bersih dan tidak mengotori orang lain, dengan kita selalu menjaga hati kita agar selalu bersih di hadapan-Nya.KUN

 

 

DOA:

Bapa Surgawi, ada banyak sampah kehidupan rohani

dalam kebersamaan kami dengan sesama. Tolonglah kami Tuhan

untuk dapat bersikap benar, baik dan bersih. Amin.

Multiple Ajax Calendar

May 2018
S M T W T F S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama