29
May

KESUSAHAN SEHARI CUKUP UNTUK SEHARI

“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok,

karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri.

Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

(Mat. 6:34)

 

 

 

Latar belakang orangtua kami dari keluarga non-Kristen. Tidak heran jika dalam perjuangan hidup ini, materi menjadi yang utama. Di hari tuanya, ibu kami sudah memikirkan jika suatu saat nanti ia meninggal dunia, maka segala keperluan pemakaman dan lain-lain pasti membutuhkan sejumlah uang. Karena itu tidak heran jika ia menabung untuk urusan kelak di akhir hidupnya. Ia baru sadar ketika saya bertanya, “Apakah anak-anak tidak sayang kepada Ibu sehingga harus memikirkan soal kematian itu dan segala keperluan untuk pemakaman? Bukankah mestinya di hari tua menikmati sisa hidup dengan senang karena anak-anak sayang dan memperhatikan?”

 

 

Ada orang yang begitu khawatir tentang hari esok bahkan hari kematian yang penuh misteri. Padahal, khawatir tidak mengubah apa pun menjadi lebih baik. Sebaliknya mungkin saja kekhawatiran itu menjadi masalah baru. Khawatir akan hari besok, berarti menyusahkan sesuatu yang tidak pasti dan tidak jelas, mungkin terjadi mungkin juga tidak. Mari kita berusaha untuk menjalani kehidupan sehari demi sehari sambil berpasrah kepada Tuhan. Sekali waktu nanti, tidak tahu kapan, kita pasti meninggal dunia. Jadi, jalanilah hidup ini dengan iman supaya bermakna.DSM

 

 

DOA:

Tuhan, tolong kami untuk menjalani hidup sehari demi sehari

dalam iman percaya kepada Tuhan. Amin.

Multiple Ajax Calendar

May 2018
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama