3
Jun

HARI SABAT

Markus 2:23-3:6

Lalu kata Yesus kepada mereka:

“Hari Sabat diadakan untuk manusia

dan bukan manusia untuk hari Sabat ….”

(Mrk. 2:27)

 

 

 

Salah satu peraturan keagamaan yang harus dilakukan oleh bangsa Israel adalah peraturan mengenai hari Sabat. Pada hari Sabat, mereka dilarang bekerja. Perinciannya mengenai “bekerja” itu banyak sekali, termasuk memetik gandum. Jadi, pada hari Sabat, mereka dilarang memetik gandum. Hari Sabat dipandang begitu sakral sehingga peraturannya harus benar-benar ditaati.

 

 

Injil Markus mengisahkan bahwa pada suatu hari Sabat, para murid Yesus memetik gandum. Kemungkinan mereka mengambilnya untuk dimakan. Muncullah kritik orang Farisi kepada Yesus. Yesus dianggap tidak menghormati hari Sabat dengan membiarkan murid-murid-Nya memetik gandum. Yesus menjawab kritik itu dengan penuh kebijaksanaan: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” Yesus mengingatkan orang Farisi dan kita bahwa nilai tertinggi dari suatu peraturan adalah kehidupan manusia. Allah memberikan hari Sabat agar manusia dapat berhenti dari segala pekerjaannya lalu beribadah kepada Tuhan. Hari Sabat tidak pernah dimaksudkan untuk melarang orang mengerjakan hal-hal yang menunjukkan kebaikan dan kemurahan kepada sesamanya. Justru hari Sabat seharusnya menjadi hari yang dipenuhi dengan cinta kasih dan anugerah.

 

 

Youth, bagaimana dengan kehidupan Anda saat ini? Apakah peraturan dan tradisi keagamaan dibuat agar orang melakukannya dengan sukacita atau justru membuat orang menjadi sangat terbeban? Mari kita mengamati dan mengevaluasi peraturan-peraturan yang ada di sekitar kita! Peraturan itu untuk kebaikan manusia ataukah demi peraturan itu sendiri?

 

 

  1. Apa yang dikatakan Yesus tentang hari Sabat?
  2. Untuk apa peraturan-peraturan ditetapkan di gereja Anda?

 

 

Pokok Doa: Kaum muda menjalankan peraturan dengan pemahaman yang benar.

Multiple Ajax Calendar

June 2018
S M T W T F S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 65.000,-/tahun

Rp. 7.500,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama