12
Jun

MENANTI-NANTIKAN TUHAN

Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN.

Dialah penolong kita dan perisai kita!

(Mzm. 33:20)

 

 

 

Saya tergolong orang yang tidak suka menunggu berlama-lama. Jika antrean pembeli BBM panjang, saya memilih pergi. Jika perlu ke bank, saya mencari bank yang sepi. Sambil menunggu kedatangan tamu yang terlambat, saya memilih tidur. Jika ke gereja, saya memilih jam kebaktian paling pagi ketika lalu lintas masih lancar. Jika makan obat, ingin yang cespleng, cepat bereaksi dan langsung sembuh. Bagaimana dengan Anda, Sobat Lansia? Menunggu bukanlah hal yang menyenangkan. Namun adakalanya, suka atau tidak suka, kita tetap harus menunggu.

 

 

Begitu pula halnya dengan menunggu jawaban doa dari Tuhan. Sering kali kita tidak sabar menunggu jawaban dan pengabulan doa yang kita panjatkan. Kita ingin Tuhan segera menjawab doa kita. Namun jika pertolongan satu-satunya hanya dapat kita harapkan dari Tuhan, bukankah kita mau tidak mau harus bersabar? Agar kita tidak kehilangan harapan dan masih dapat menantikan jawaban Tuhan, marilah kita terus tanamkan iman kita kepada-Nya. Mari kita menanti-nantikan Tuhan dengan tekun dan sabar, sebab Tuhan Allah kita dapat kita percayai. Allah adalah Penolong dan Perisai kita.KUN

 

 

DOA:

Tuhan, kami sadar waktu-Mu bukan waktu kami.

Karena itu tolong kami memiliki hati yang sabar

menanti kehendak Tuhan dalam hidup kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

June 2018
S M T W T F S
« May   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama