16
Jun

DIFABELKAH KITA?

… ia mengambil air

dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata:

“Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini;

 itu urusan kamu sendiri!”

(Mat. 27:24)

 

 

 

Apakah Anda menggemari acara Kick Andy? Ada satu episode tentang seorang wanita muda yang terlahir tanpa tangan dan digendong suaminya naik panggung. Suaminya mengaku tertarik dan jatuh cinta kepada istrinya karena mengamati kegigihan dan kemandiriannya menjalani hidup. Betapa ajaib dan mulia cinta sejati itu. Andaikan kita terlahir difabel, mungkinkah kita memiliki semangat yang sama untuk berjuang keras agar kita mampu hidup mandiri seperti wanita difabel di acara tersebut?

 

 

Sobat Lansia, tentu saja kita bersyukur jika kita terlahir normal. Namun, bersyukur saja tidak cukup, bukan? Ayat nas kita menggambarkan Pilatus “membasuh tangannya” yang berarti ia menyatakan diri bersih, tetapi ia telah menyangkal keadilan dengan tidak membela Yesus. Kita semua mengakui betapa sangat penting kedua tangan kita untuk berjabat tangan, menari, makan, atau melakukan hal penting lainnya, seperti berdoa. Apakah kedua tangan kita juga telah mengungkapkan kasih Yesus, meski tidak sedahsyat seperti dipaku di kayu salib? Ataukah kita sering “cuci tangan,” berpura-pura tidak kenal Yesus? Menjadi difabelkah kita?JNA

 

 

DOA:

Bapa Surgawi, kami mengaku bahwa kami sering

mengutamakan kepentingan dan keselamatan diri sendiri.

Ampunilah kiranya kami yang kerap menyangkal Putra-Mu

dengan tidak mewujudkan kasih-Nya. Amin.

Multiple Ajax Calendar

June 2018
S M T W T F S
« May   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama