10
Jul

BELAJAR DARI SEORANG PETANI

Yakobus 5:7-12

… ia sabar

sampai telah turun hujan musim gugur

dan hujan musim semi.

(Yak. 5:7)

 

 

 

Hidup di zaman yang serba cepat ini rupanya mendorong manusia untuk sigap menanggapi segala sesuatu, termasuk permasalahan hidup. Namun sayangnya, makin hari kita mendapati bahwa banyak orang tidak lagi memiliki kesabaran, khususnya ketika berhadapan dengan situasi-situasi sulit.

 

 

Surat Yakobus mengenalkan kehidupan seorang petani kepada kita, yang selalu bersabar menanti hasil yang terbaik. Petani pada masa itu mengenal dua macam hujan. Pertama, hujan musim gugur; yang akan merontokkan segala hal seperti daun, bunga dan ranting-ranting, bahkan pohon-pohon yang tidak memiliki akar yang kuat pun pasti bertumbangan. Jelas ini bukan sesuatu yang diharapkan, sebab pohon-pohon tampak gundul, tanpa daun, tanpa bunga dan tanpa buah. Masa ini adalah masa tersulit, namun mereka terus bersabar dan bertekun menunggu berlalunya hujan musim gugur. Kedua, hujan musim semi; yaitu ketika dedaunan dan bunga-bunga kembali bersemi. Pada masa ini pohon-pohon mulai menghasilkan daun dan buah kembali, sehingga pemandangan di sekitar tampak hijau dan segar. Inilah masa pengharapan, karena masa panen akan segera tiba.

 

 

Youth, hidup kita tak selalu berada di zona nyaman. Kadang kala kita juga harus melewati masa krisis. Mari belajar dari para petani yang tetap bersabar dan mengupayakan hal-hal baik, sambil menantikan pertolongan Allah. Bersabar dan bertekun adalah wujud iman yang tertuju kepada Allah. Teruslah berjuang sampai ‘masa panen’ itu tiba, sebab di dalam Allah pengharapan kita tak pernah menjadi sia-sia.

 

 

  1. Tantangan dan usaha apa yang biasa dijalani petani demi hasil yang terbaik?
  2. Tantangan apa yang kita hadapi ketika berupaya menjadi lebih sabar?

 

 

Pokok Doa: Menantikan pertolongan Allah dengan sabar dan tekun.

Multiple Ajax Calendar

July 2018
S M T W T F S
« Jun   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama