3
Aug

BERSAKSI DI DALAM PENDERITAAN

Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya,

tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah

harus dinyatakan di dalam dia.”

(Yoh. 9:3)

 

 

 

Suatu kali saya pernah bertemu dengan seorang bapak yang sudah berusia lanjut di sebuah gereja. Kebetulan waktu itu saya akan melayani kebaktian lansia. Bapak ini menderita kebutaan sejak lahir. Di dalam kebutaannya, ia tetap berjuang mencari sesuap nasi dengan berprofesi sebagai tukang pijat keliling. Dia menceritakan kepada saya betapa menderitanya menjadi orang buta. Ia tidak dapat melihat dunia yang indah ini. Ditambah lagi, masyarakat menganggapnya sebagai sampah. Sejak kecil sampai dewasa, tidak jarang ia diejek oleh banyak orang.

 

 

Sobat Lansia, hal yang sama juga dialami oleh pengemis buta yang berjumpa dengan Yesus. Dia dianggap sampah masyarakat. Bahkan, ia dianggap sebagai orang yang dikutuk karena kesalahan leluhurnya. Namun, Tuhan Yesus menegaskan bahwa kebutaan yang dialaminya bukan karena dosa siapa-siapa tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Melalui orang buta itu, Tuhan Yesus menyatakan mukjizat kesembuhan kepadanya. Di dalam penderitaan yang kita alami baik itu kemalangan, musibah, penyakit, maupun kedukaan, marilah kita juga memaknai bahwa Tuhan bisa memakai penderitaan tersebut untuk menjadi kesaksian bagi sesama kita.DCN

 

 

DOA:

Ya Tuhan, di dalam penderitaan yang kami hadapi

ajarlah kami untuk tetap berpikir positif

dan senantiasa bersyukur kepada-Mu. Amin.

Multiple Ajax Calendar

August 2018
S M T W T F S
« Jul   Sep »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama