4
Sep

MENGUASAI KEMARAHAN

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:

janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

(Ef. 4:26-27)

 

 

 

Siapa di antara kita yang tidak pernah marah? Pasti kita semua pernah marah. Entah marah kepada pasangan, anak, mantu, cucu, asisten, ataupun tetangga. Bahkan mungkin kita marah kepada orang yang tidak kita kenal, seperti kepada pengendara yang ugal-ugalan. Ketika kita marah, maka ada bagian tubuh kita yang berubah, tekanan darah naik, jantung berdebar, mulut bergetar, mata merah, dan lain-lain. Pertanyaannya, bolehkah kita marah?

 

 

Sobat Lansia, marah adalah hal yang manusiawi. Dengan marah, seseorang mengekspresikan isi hatinya. Namun, kita harus berhati-hati. Jangan sampai ketika kita marah, kita dikuasai Iblis. Karena itu, ketika kita marah, marahlah untuk sesuatu yang benar. Bukankah Yesus pernah marah di bait Allah? Yesus marah karena para pedagang memeras umat, menjual hewan kurban dengan harga sangat mahal. Di dalam kemarahan, kita tidak boleh berbuat dosa, misalkan berkata kotor, menyakiti secara fisik, atau melempar barang-barang. Selain itu, kemarahan kita tidak boleh berlarut-larut. Sebab jika kita larut di dalam kemarahan maka Iblislah yang akan menguasai kita dan akan membawa kita ke dalam dosa. Mari kita belajar menguasai diri sementara kita marah. Jangan sampai kita memberi kesempatan kepada Iblis.DCN

 

 

DOA:

Tuhan, tolonglah aku agar dapat menguasai diri dalam kemarahanku.

Amin.

Multiple Ajax Calendar

September 2018
S M T W T F S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama