20
Sep

Bahasa Lidah, Apa Gunanya?

1 Korintus 14:4-12

Kamu memang berusaha untuk memperoleh

karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu

hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

(1 Korintus 14:12)

 

 

 

Apakah pernah kamu heran, kagum dan sekaligus minder melihat orang-orang tertentu yang mampu berbicara dengan bahasa Roh? Fenomena itu ada di gereja-gereja kharismatik, namun juga dialami oleh orang-orang tertentu di gereja GKI. Kita ter­kadang bingung menanggapinya. Kemudian kita bertanya, apakah gunanya seseorang bisa berbahasa Roh? Menariknya, ketegangan karena karunia itu sudah ada sejak abad pertama.

 

 

Jemaat di Korintus sempat bingung melihat fenomena aneh: orang berbicara dalam bahasa-bahasa yang tak dimengerti manusia, yakni dalam bahasa Roh. Bahasa Roh adalah bahasa yang hanya dimengerti oleh Allah, orang yang dikaruniai berkata-kata dalam bahasa Roh, dan orang yang dikaruniai untuk menafsirkannya. Ada dugaan bahwa sebagian orang menganggap karunia bahasa Roh lebih dari karunia-karunia lain, lalu cenderung menganggap diri mereka lebih dari yang lain dan tergoda “memamerkannya.” Itulah sebabnya Paulus hendak meluruskan kekeliruan ini. Bahasa Roh adalah salah satu dari banyak karunia lain yang nilainya sejajar: karunia dari Allah yang diberikan sesuai dengan kehendak- Nya, bukan hasil usaha manusia (12:11). Semua karunia dimaksudkan untuk membangun jemaat Allah, bukan untuk membangun diri sendiri. Jika bahasa Roh dipraktikkan tanpa penafsiran terhadap bahasa itu, maka ucapan-ucapannya walaupun rohani, tidak ada gunanya. Oleh karena itu diperlukan disiplin rohani, kerendahan hati dan kejelasan tujuan ketika ada di antara kita yang diberi karunia tersebut.

 

 

 

Semua karunia sama baiknya jika kita hantarkan dengan tepat, yakni dengan ke­sadaran bahwa kita tidak memilikinya secara mutlak (sebab itu disebut karunia). Kita perlu menggunakannya untuk membangun jemaat dan bagi kemuliaan Allah, bukan untuk memuaskan ego spiritual kita sendiri.

Multiple Ajax Calendar

September 2018
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama