23
Sep

MALU BERTANYA SESAT DI JALAN

Markus 9:30-37

Mereka tidak mengerti perkataan itu,

namun segan menanyakannya kepada-Nya.

(Markus 9:32)

 

 

 

Sebuah pepatah berkata, “Malu bertanya sesat di jalan.” Ada beragam alasan mengapa orang malu bertanya ketika ia tidak mengerti per­kataan atau pernyataan yang ia dengar. Ada orang yang tidak mau bertanya karena mera­sa dirinya tahu segalanya, ada juga karena ti­dak mau dianggap bodoh, sehingga berusaha menyembunyikan ketidaktahuannya.

 

 

Para murid dalam bacaan kita hari ini juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada mereka, namun mereka segan untuk bertanya kepada-Nya (ay.32). Setelah Tuhan Yesus mengatakan tentang penderitaan yang akan Ia alami, yang didiskusi­kan oleh para murid justru siapa yang terbesar di antara mereka. Hal yang dikatakan Tuhan Yesus dan hal yang diperbincangkan oleh para murid jelas sangat bertentangan. Tuhan Yesus berbicara tentang pen­deritaan dan pengorbanan yang akan dilakukan-Nya, namun para mu­rid justru bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka. Maksud Tuhan Yesus mengatakan tentang penderitaan-Nya adalah un­tuk mempersiapkan iman dan mental para murid dalam menghadapi guncangan yang akan terjadi, tetapi para murid memahaminya lain. Dasar kekeliruan itu ialah karena mereka segan bertanya kepada Yesus dan mencoba menyembunyikan keterbatasan mereka dari-Nya.

 

 

Youth, hari ini kita diajarkan untuk tidak malu bertanya ketika kita tidak mengerti maksud dari perkataan seseorang, sehingga kita tidak salah dalam mengartikan maksud dari perkataan yang kita dengar. Juga agar kita mau mengakui keterbatasan kita di hadapan sesama, terlebih lagi di hadapan Tuhan.

 

 

  1. Apa yang dibicarakan para murid?
  2. Apakah kita termasuk orang yang malu mengakui keterbatasan kita?

 

 

Pokok Doa: Berani mengakui keterbatasan dalam memahami.

Multiple Ajax Calendar

September 2018
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama