29
Sep

GARAM TAWAR

Matius 5:13-20

“Kamu adalah garam dunia.

Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?

Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”

(Matius 5:13)

 

 

 

Pada zaman Israel kuno, para petani biasanya mengambil garam dari Laut Mati. Meskipun disebut garam dan tampak seperti garam, na­mun padanya masih terdapat zat-zat lain. Para petani biasanya menimbun garam itu sebagai persediaan. Bila hujan turun garam murni yang ada di dalamnya hilang terbawa air, yang ter­sisa hanyalah butiran-butiran yang tampak seperti garam tetapi telah menjadi tawar. Karena telah menjadi tawar, garam itu men­jadi tidak berguna sehingga dibuang.

 

 

Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita ini adalah garam dunia. Per­nyataan itu merupakan sebuah penegasan bahwa keberadaan orang percaya itu bernilai dan mempunyai fungsi penting bagi lingkungannya. Kita menjadi tahu itu garam kalau ada rasa asinnya, makanan hambar yang diberi garam menjadi berasa. Garam bisa pula membunuh kuman dan mencegah pembusukan. Namun, “Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Garam yang telah menjadi tawar tidak berguna, sebab ia tidak mampu memberikan manfaat bagi penggunanya, tidak mampu memberikan cita rasa pada makanan atau mencegah pembusukan. Jika garam menjadi tawar, maka tidak ada gunanya selain dibuang.

 

 

Youth, Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk menjadi seperti garam yang memiliki rasa dan manfaat. Bukan sekadar terlihat seperti garam, namun tawar dan tidak berguna sehingga akhirnya dibuang dan diinjak orang. Jadilah seperti garam asin yang selalu menjadi berkat bagi orang lain di mana pun berada, meskipun kadang tidak terlihat tetapi kehadi­ran kita dirasakan oleh orang lain.

 

 

  1. Mengapa Tuhan Yesus mengambil contoh garam?
  2. Sudahkah kita menjadi seperti garam yang asin?

 

 

Pokok Doa: Menjadi seperti garam asin bagi dunia.

Multiple Ajax Calendar

September 2018
S M T W T F S
« Aug   Oct »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama