3
Oct

JANGAN SIMPAN KEPAHITAN

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan,

pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu,

demikian pula segala kejahatan.

(Ef. 4:31)

 

 

 

Pada suatu hari, Kakak (8 tahun) mogok ke sekolah. Ibunya berusaha memberi pengertian dengan obrolan santai. “Ka­kak, nanti kalau sudah besar ingin punya mobil dan rumah seperti Papa kan?” Kakak menjawab, “Ya, tentu mau Mam.” “Kalau Kakak mau punya rumah dan mobil, berarti Kakak kan harus berusaha dan mengumpulkan uang. Nah, kalau tidak sekolah, mau kerja atau usaha apa? Sekarang semua orang butuh sekolah.” Kakak terdiam sejenak. Tiba-tiba Ka­kak berkata dengan antusias, “Kakak mau sekolah, Mam!”

 

 

Kita tidak dapat mengubah hati orang yang mengalami kepahitan dan selalu murung, menjadi ceria. Soal kepahitan hati, firman Tuhan berkata, segala kepahitan hendaklah dibuang dari antara kamu. Benar sekali! Kepahitan hati kita tidak mengubah hati kita merasa lebih manis bukan? Sung­guh rugi jika kepahitan itu terus kita simpan dalam hati. Ke­cewa dan merasa pahit sebentar itu manusiawi, tapi jangan berkepanjangan. Sobat Lansia, janganlah menyiksa diri dengan menyimpan kepahitan itu dalam hidup kita. Buanglah kepahitan yang tak berguna itu, tersenyumlah maka dunia terasa lebih indah.DSM

 

 

DOA:

Allah Bapa, ampuni kami karena lebih sering menyimpan kepahitan hati

ketimbang bersyukur kepada Tuhan.

Tolong kami untuk mengingat segala hal yang baik

yang dapat membesarkan hati kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

October 2018
S M T W T F S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama