12
Oct

SAMPAI MATI

Sebab kita mengenal Dia yang berkata:

“Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.”

(Ibr. 10:30)

 

 

 

Bu Anik, usia 70 tahun, sedang sakit keras. Saya pun singgah. Ternyata Bu Anik sudah sembuh, namun sebelum saya sempat duduk benar, ia berseru, “Pak Pendeta, sampai mati pun aku tidak akan mengampuni dia!” Saya sangat terkejut, sebab Bu Anik sebenarnya tidak terlalu mengenal saya. Ternyata, 20 tahun yang lalu putra satu-satunya telah dibunuh seorang perampok, yang kemudian tertangkap dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Tetapi, selama 20 tahun rasa bencinya terus menggerogoti jiwanya sebab ia masih ingin membalas dengan tangan sendiri.

 

 

Seandainya Sobat Lansia berada di tempat saya tentu Anda merasa terpojokkan, namun kita harus menyadari bahwa saat itu derita jiwa Bu Anik tak lagi tertahankan! Ia harus meluapkan kemarahannya. Itulah yang akan terjadi dengan kita bila kita mendendam dan tidak rela mengampuni. Kita akan merasakan penderitaan di dalam hidup ini. Sobat Lansia, betapa pun berat­nya rasa sakit hati yang kita alami, ingatlah pembalasan yang adil adalah hak Allah. Apakah kita akan menghalangi hak-Nya? Apakah kita akan membawa mati perasaan dendam kita? Ingatlah, kalau begitu, mati pun kita tidak tenang.JNA

 

 

DOA:

Tuhan, ajarkanlah kami untuk mengampuni diri sendiri

dan mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

October 2018
S M T W T F S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama