3
Nov

Menumpuk Harta=Pekerjaan Sia-sia

Lukas 12:13-21

“… walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya,

hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

(Lukas 12:15)

 

 

 

Mungkin kamu pernah melihat acara di televisi yang berjudul “Uang Kaget.” Dalam acara itu, peserta diberi uang sebanyak sepuluh juta rupiah dan harus menggunakannya sampai habis untuk membeli barang-barang selama satu jam. Berapa banyak barang yang dapat dia beli, itulah yang menjadi hadiahnya. Dengan demikian, peserta berlomba dengan waktu untuk berbelanja se­banyak mungkin barang, sampai-sampai barang yang tidak dibutuhkannya pun dibeli. Teens, apa sih sebenarnya tujuan acara itu? Kesejahteraan masyarakatkah? Atau pengurangan kemiskinan? Jika kita telusuri lebih jauh, acara itu justru mengajarkan peserta untuk menumpuk harta benda sebanyak mungkin, perlu ataupun tidak.

 

 

Teens, orang kaya yang bodoh dalam perumpamaan Yesus, tidak bijaksana mengelola hartanya. Dia berpikir bahwa dengan menumpuk harta untuk dirinya sendiri, dia akan bahagia. Dia tidak mau berbagi karena merasa dia bisa me­nikmati semuanya. Mungkin dia kaya dalam soal harta, tetapi dia miskin hikmat dan miskin kepedulian. Ia lupa bahwa nyawanya bisa diambil kapan saja. Akhirnya, ia menumpuk harta untuk dirinya sendiri tanpa mau berbagi, tetapi ia tidak dapat menikmatinya. Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia.

 

 

Firman Tuhan memang tidak mengutuk kekayaan atau orang kaya, namun dengan tegas firman Tuhan menyatakan larangan agar kita tidak semata-mata mengumpulkan harta. Tuhan memperingkatkan kita untuk tidak menggantungkan hidup pada kekayaan itu, sekalipun kita punya harta yang melimpah (Luk. 12:15). Raja Salomo memberikan teladan bagi kita untuk tidak mengejar kekayaan se­mata, tetapi meminta hikmat dari Allah. Hikmat membuat kita menjadi bijak dalam mengelola dan mempergunakan harta yang kita miliki.

 

 

Multiple Ajax Calendar

November 2018
S M T W T F S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama