12
Nov

DI BAWAH BAYANG-BAYANG MAUT

Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya;

TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.

(Mzm. 18:29)

 

 

 

Setahun berlalu setelah teman kami menjalani cangkok hati dan ginjal, ia dan istrinya datang ke Jakarta untuk mengungkapkan syukur dan terima kasih mereka atas dukungan doa dan moral sahabat-sahabatnya. Kami berpikir semuanya sudah prima, na­mun ternyata bayang-bayang maut masih mengikutinya. Ketika bertemu kami, sang suami bertanya, “Kenal dokter yang baik un­tuk menyuntik saya?” Ia telah dibekali satu ampul obat penangkal penolakan daya tahan tubuh terhadap kedua organ barunya, se­harga US$1,000, sedang ongkos suntik Rp25.000. Namun, kesak­siannya masih tetap sama, Tuhan menyinari kegelapan hidupnya!

 

 

Jadi, nampaknya tak ada jaminan bahwa organ cangkokan bisa bertahan seperti organ kita sendiri. Apakah ia selama hidupnya akan bergantung pada obat ini? Entahlah! Tetapi, yang jelas ialah bahwa pelita imannya selalu bercahaya karena percayanya kepa­da Tuhan. Itulah kesaksiannya yang perlu kita tiru! Apakah pelita iman kita selalu bercahaya di dalam kegelapan dan pergumulan kita? Ataukah, kita menyerah dan membiarkan pelita iman kita redup di akhir hidup kita? Semoga tidak, biarlah pelita iman kita semakin lama semakin terang! Dengan kita terus percaya pada-Nya.JNA

 

 

DOA:

Tuhan yang penuh kasih, kuatkanlah kami

untuk menghadapi kejutan-kejutan kehidupan dan bayang-bayang maut,

karena kami bergantung sepenuhnya pada belas kasihan-Mu selalu. Amin.

Multiple Ajax Calendar

November 2018
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama