26
Nov

Belajarlah dari Semut

Amsal 6:6-11

Hai pemalas, pergilah kepada semut,

perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak ….

(Amsal 6:6)

 

 

 

Teens, kamu tentu mengenal semut. Hewan kecil yang suka hidup berkelompok itu pasti sering kamu temui di mana-mana. Hanya saja, mungkin kamu ti­dak terlalu memberi perhatian pada mereka. Semut mungkin tidak terlalu dianggap keberadaannya, bah­kan sering kali dianggap mengganggu karena suka merubung makanan sisa, terutama makanan yang manis. Namun, dari hewan yang kecil itu kita bisa menarik pelajaran besar. Mereka adalah hewan yang hidup dengan bekerja keras. Mereka bekerja sama untuk mengumpulkan makanan mereka. Tindakan semut itu dapat dijadikan pelajaran yang berharga.

 

 

Itulah juga yang menyebabkan penulis Amsal menyuruh para pembaca untuk be­lajar dari semut agar tidak malas. Semut adalah hewan pekerja keras yang mengum­pulkan makanannya sekalipun tidak ada yang menyuruh mereka. Penulis Amsal mem­bandingkan semut ini dengan orang-orang malas yang hanya duduk, berbaring, dan melipat tangan tanpa melakukan apa-apa. Orang malas suka menunda-nunda untuk bekerja dengan berbagai alasan. Mereka lebih suka mengikuti keinginan mereka untuk tidak bekerja, tidur, dan bermalas-malasan. Menurut penulis Amsal, orang-orang yang malas dan tidak mau bekerja ini akan dilanda kemiskinan dan kekurangan karena tidak mau berusaha untuk hidup mereka.

 

 

Teens, kemiskinan tidak selalu terjadi karena kemalasan. Ada orang miskin yang dimiskinkan oleh keadaan atau oleh orang lain. Sekalipun mereka rajin bekerja, namun mereka tetap miskin karena ketidakadilan dalam masyarakat. Namun demikian, bukan berarti hanya terima nasib dan berpangku tangan. Melalui Amsal, kita belajar untuk tidak malas, karena malas mendatangkan kesulitan untuk diri sendiri. Orang yang malas tidak bisa menghasilkan apa-apa sehingga dia tidak punya apa-apa, akhirnya dia hanya bisa kesusahan menahan perutnya yang lapar.

 

Multiple Ajax Calendar

November 2018
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama