4
Dec

AYO TULUS HATI

Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati

dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum ….

(Matius 1:19)

 

 

 

“Ah, aku kasih saja kue boluku ini supaya Didi mau mengantarku ke rumah dengan sepedanya,” ujar Bandi dalam hati. “Di, aku punya kue bolu. Kamu mau nggak?” kata Bandi kepada Didi. “Wah, asyik…kebetulan nih, aku lagi lapar.” Didi pun memakan kue bolu­nya. Ketika pulang sekolah, Bandi pun memanggil Didi. “Di, tadi kan kamu sudah aku kasih kue bolu. Bo­leh dong, kamu antar aku ke rumahku. Sepedaku lagi rusak, nih.” Aduh si Bandi, berbuat baik karena ada udang di balik batu. Melakukan sesuatu tidak dengan hati yang tulus.

 

 

Adik-adik, berbeda dengan Bandi, Yusuf adalah seorang yang tulus hati dan mengasihi. Yuk kita membaca Injil Matius 1:19-21. Ketika Yusuf mendengar kabar bahwa Maria akan mengandung sebelum ia menikahinya, ia beren­cana untuk meninggalkan Maria. Bukan karena Yusuf membenci Maria, melainkan karena Yusuf tak ingin Maria dibenci oleh orang-orang lain.

 

 

Adik-adik, mari belajar menjadi anak yang tulus hati dan mengasihi sesama!

 

 

Doa: Bapa Surgawi, berikanlah kepadaku hati yang tulus untuk mengasihi sesamaku. Dalam nama Tuhan Yesus aku memohon. Amin.

 

Multiple Ajax Calendar

December 2018
S M T W T F S
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama