1
Jan

TOLAK TAKHAYUL

Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.

(1Tim. 4:7)

 

 

 

Pergantian tahun biasanya diwarnai dengan petasan dan kembang api. Mengapa harus petasan dan kembang api? Dari mana munculnya tradisi ini? Tradisi ini berasal dari negara Cina. Kira-kira abad ke-9 Masehi, masyarakat Cina berupaya menciptakan suara gaduh di pergantian tahun dengan petasan dan kembang api. Suara gaduh dimunculkan karena konon suara gaduh akan mengusir roh jahat, sehingga di tahun yang baru, masyarakat akan mengalami keberuntungan dan hasil panen melimpah. Pertanyaannya, bolehkah kita menyaksikan petasan atau kembang api? Tentu boleh saja. Asalkan kita tidak meyakini takhayul dibalik petasan dan kembang api abad ke-9 yang lampau.

 

 

Sobat Lansia, menyambut tahun baru tentu kita berharap tahun yang baru dipenuhi dengan berkat. Namun kita harus ingat bahwa sumber segala berkat adalah Tuhan Yesus, bukan takhayul-takhayul yang ada seputar tahun baru. Misalnya, tidak boleh memakan unggas sebab rejekinya akan terbang di tahun baru nanti. Atau tidak boleh memakai baju warna putih, kelak sepanjang tahun akan diwarnai kedukaan. Di tengah banyaknya takhayul, ingatlah bahwa Tuhan Yesus sumber segala berkat kita.DCN

 

 

DOA:

Ya Allah, jauhkanlah kami dari percaya takhayul-takhayul

yang dapat menggoyahkan iman kami kepada-Mu. Amin.

 

 

 

 

Multiple Ajax Calendar

January 2019
S M T W T F S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama