4
Jan

BERANI BERTANYA

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya:

“Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya,

sehingga ia dilahirkan buta?”

(Yohanes 9:2)

 

 

 

Hari ini Andri, Kiki, Didi dan Kak Kiddy pergi ke mal bersama-sama. “Kak, aku mau buang air kecil,” kata Andri. “Oh, coba kamu tanya letak kamar mandinya ke pak satpam,” sahut Kak Kiddy. “Aku nggak berani bertanya ke pak satpamnya, Kak,” ujar Andri. “Andri, jika kita membutuhkan penjelasan dari orang lain, tidak ada salahnya untuk bertanya. Ayo, kamu pasti bisa,” kata Kak Kiddy me­nyemangati Andri.

 

 

Adik-adik, pernahkah kalian mendengar peribahasa “malu bertanya, sesat di jalan”? Arti peribahasa itu adalah orang yang malu atau takut untuk bertanya akan kesulitan untuk mendapatkan penjelasan yang diperlukan. Mari kita baca Yohanes 9:1-7. Ketika Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya bertemu dengan seorang yang buta sejak lahir, para murid bertanya kepada Tuhan Yesus tentang penyebabnya. Tuhan Yesus lalu memberi penjelasan sehingga mereka mengerti.

 

 

Adik-adik, keberanian untuk bertanya membuat kita akan tahu banyak hal dan mengerti berbagai hal dengan lebih baik. Ayo kita melatih diri untuk berani bertanya.

 

 

Doa: Bapa di Surga, tolonglah aku untuk berani bertanya, sehingga dapat belajar lebih banyak dan lebih baik. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Multiple Ajax Calendar

January 2019
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama