7
Jan

DOA BUKANLAH PELARIAN

 

Daniel 2:1-19

… mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit

mengenai rahasia itu ….

(Dan. 2:18)

 

 

 

Kapan dan untuk apa terakhir Anda serius berdoa? Tak dimungkiri, doa terkadang dipandang sebagai pelarian atau jalan terakhir setelah segala upaya dilakukan tidak membuahkan hasil. Contoh, setelah segala upaya medis tidak berhasil menyembuhkan seorang pasien, dokter yang bertanggung jawab menanganinya memanggil keluarga dan mengatakan, “Kami sudah berupaya dengan segala keahlian dan peralatan di sini. Namun, tampaknya sulit untuk menolong pasien. Kini, berdoalah memohon belas kasihan Tuhan!”

 

 

Daniel berada dalam barisan kelompok kaum cerdik dan bijaksana di istana raja Nebukadnezar. Namun, kini kepakarannya justru menjadi ancaman sebab raja bertitah untuk melenyapkan seluruh kaum cerdik bijaksana dalam kerajaannya lantaran raja kecewa, tak seorang pun dari para bijak di negeri itu dapat memecahkan teka-teki mimpi sang raja.

 

 

Mendengar ancaman raja yang disampaikan Ariokh, Daniel menghadap raja. Ia meminta diberi waktu untuk menjawabnya. Maka mulailah Daniel dan teman-temannya terlibat dalam pencarian hakikat mimpi raja dan maknanya itu. Mereka memulainya dengan doa, “mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu ...” (Dan. 2:18). Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya bukan orang biasa. Mereka cerdik pandai dan berhikmat. Namun, mereka tidak pernah mengabaikan doa. Doa bukan pelarian, melainkan hal utama! Bagaimana dengan kita?

 

 

REFLEKSI:

Sering kali kepandaian menjadi penghalang untuk melibatkan Tuhan

dalam persoalan hidup kita.

Mzm. 72; Dan. 2:1-19; Ef. 4:17—5:1

Multiple Ajax Calendar

January 2019
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama