18
Jan

BERANI MENGAKUI KESALAHAN

Ketika Simon Petrus melihat hal itu

ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata:

“Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

(Lukas 5:8)

 

 

 

“Nanda, maafin aku ya, karena menyuruh kamu mengerjakan PR-ku setelah aku kasih tempat pensil ke kamu. PR-nya kita kerjain sama-sama aja deh. Nanti kamu tolong ajarin aku juga ya, Nanda,” kata Andi. “Iya Ndi, tapi kamu jangan mengulanginya lagi, ya,” jawab Nanda sambil tersenyum.

 

 

Adik-adik, Andi berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Nanda. He­bat sekali ya. Tidak mudah untuk memiliki keberanian dalam mengakui kesalahan seperti Andi. Yuk kita baca Lukas 5:1-11. Tuhan Yesus menyuruh Petrus untuk menebarkan jala di Danau Genesaret. Namun Petrus ragu sebab dia sudah bekerja keras sepanjang malam tetapi tidak mendapatkan ikan. Seka­lipun ragu ia tetap melakukannya, dan ternyata banyak ikan yang berhasil ia dapat. Petrus menyadari kesalahannya yang meragukan perkataan Tuhan Yesus. Petrus mengakui dirinya sebagai orang berdosa.

 

 

Adik-adik, mari kita melatih diri untuk berani mengakui kesalahan yang kita lakukan. Mengakui kesalahan berarti menyadari kesalahan dan belajar agar tidak mengulanginya lagi.

 

 

Doa: Bapa di Surga, berikanlah aku keberanian untuk mengakui kesalahan yang telah aku lakukan. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Multiple Ajax Calendar

January 2019
S M T W T F S
« Dec   Feb »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama