1
Feb

HARI KETUJUH

“Enam hari lamanya engkau akan bekerja

dan melakukan segala pekerjaanmu,

tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;

maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan ….”

(Ul. 5:13-14)

 

 

Bapak Suai harus menginap kembali di rumah sakit untuk ketiga kalinya dalam waktu satu tahun ini. Meski usianya belum terlalu tua, baru 45 tahun, tubuhnya sangat tidak tahan terhadap penyakit. Ia terkena penyakit TBC paru-paru. Apa penyebabnya? Menurut dokter ia terlalu keras memaksa tubuhnya bekerja. Pagi hari ia sarapan hanya dengan sepotong pisang goreng dan segelas kopi saja. Bekerja selalu lembur hingga larut malam. Hari minggu dan hari libur ia pun tetap masuk kerja. Ia bekerja tanpa batas. Tidak memiliki waktu istirahat. Teman-temannya menjuluki si “gila kerja” yang sedang “kejar setoran.”

 

 

Sobat Lansia, ketika Allah mencipta, ada istirahatnya, padahal kemampuan-Nya tanpa batas, apalagi kita manusia. Kita memerlukan jeda juga, apalagi ini adalah perintah Tuhan. Sebagai orang percaya seharusnya kita menyisihkan satu hari dalam seminggu untuk beristirahat dan beribadah ke Rumah Tuhan untuk mengucap syukur atas berkat dan pemeliharaan-Nya sekaligus bersekutu dengan saudara seiman yang lain.TG

 

 

DOA:

Terima kasih ya Allah, Engkau memberi hari ketujuh

untuk kami boleh beristirahat dan beribadah.

Terpujilah nama-Mu. Amin.

 

Multiple Ajax Calendar

February 2019
S M T W T F S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama