6
Feb

BHINNEKA TUNGGAL IKA

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang,

dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN,

sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

(Yer. 29:7)

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tentu tidak asing di telinga kita; memiliki makna yang dalam yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini tercatat dalam kitab Sutasoma. Kitab ini ditulis oleh Mpu Tantular pada abad 14 M di kerajaan Majapahit. Kitab Sutasoma menggambarkan kenyamanan seorang Mpu Tantular yang tinggal di Kerajaan Majapahit. Sebagai seorang Buddhis, Mpu Tantular merasa nyaman tinggal di kerajaan Majapahit yang memeluk agama Hindu. Ia dapat bercengkerama, berkarya, dan hidup berdampingan dengan saudara-saudaranya umat Hindu. Sebuah kisah yang indah dan patut dicontoh oleh bangsa kita yang majemuk.

Sobat Lansia, kita menyadari bahwa bangsa kita rentan terhadap perpecahan. Banyak kisah di mana kekerasan terjadi karena kebencian terhadap suku, agama, bahasa yang berbeda. Sungguh sangat memprihatinkan. Marilah kita menjadi agen perdamaian setidaknya bagi anak, menantu dan cucu kita. Marilah kita mengajarkan kepada mereka untuk menghormati sesama yang berbeda suku, agama dan bahasa. Marilah kita juga terus mendoakan negara dan kota di mana kita tinggal agar Tuhan mengaruniakan kesejahteraan bagi bangsa kita.DCN

 

 

DOA:

Tuhan, mampukan kami untuk menghormati sesama kami

yang berbeda suku, agama, bahasa, dan warna kulit. Amin.

Multiple Ajax Calendar

February 2019
S M T W T F S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama