7
Feb

TERSINGGUNG?

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi

mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti,

bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.

(Mat. 21:45)

 

 

 

Opa Sim tersinggung ketika Yusuf, cucunya, bertanya, “Lho, ke mana burger yang tadi kuletakkan di meja makan? Kok sudah tidak ada, apakah aku lupa meletakkannya?” Segera saja Opa Sim marah, merasa dituduh dan berkata, “Baiklah, nanti Opa ganti dan membelikan burger untukmu dua potong supaya kamu puas!” Yusuf sebetulnya sekadar bertanya, tapi Opa Sim yang memang sudah memakan burger itu sangat tersinggung dan marah. Opa Sim merasa malu walau Yusuf tidak mempersoalkannya lebih lanjut.

 

 

Baper atau perasaan mudah tersinggung, sebetulnya sangat tidak sehat. Apakah Sobat Lansia pernah baper mendengar kata-kata anak menantu atau orang-orang sekitar? Perasaan tersinggung sering kali membuat kita bereaksi negatif dan tak sehat. Para pemuka agama di zaman Yesus tersinggung dengan kata-kata Yesus. Mereka marah dan akan menangkap Yesus walau kemudian mereka menunda niat itu. Mereka sadar orang-orang mungkin akan sangat marah sebab orang-orang itu menganggap Yesus adalah seorang nabi. Sobat Lansia, mari kita introspeksi diri, apakah kita mudah tersinggung dan memendam kemarahan yang sia-sia.DSM

 

 

DOA:

Tuhan, jauhkan kami dari perasaan marah

yang dapat merugikan kami dan orang-orang sekitar kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

February 2019
S M T W T F S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama