10
Feb

BAHAYA KEDANGKALAN HIDUP

Lukas 5:1-11

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon:

“Bertolaklah ke tempat yang dalam

dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

(Luk. 5:4)

 

 

 

Seorang teolog perempuan Jerman, Dorothee Soelle berpendapat bahwa salah satu bahaya yang dihadapi oleh orang beragama di zaman modern adalah trivialization of life atau kedangkalan hidup. Seperti apakah hidup yang dangkal itu? Hidup yang dangkal adalah hidup yang dijalani begitu saja tanpa perenungan dan pemaknaan. Rasanya, bahaya kedangkalan hidup itu juga dihadapi oleh kaum muda yang sering dianggap sebagai generasi yang kurang dapat berefleksi dan melakukan penghayatan yang dalam atas hidupnya. Benarkah demikian?

 

 

Para ahli spiritualitas berpendapat bahwa kemampuan untuk memaknai hidup tidak hanya dimiliki oleh orang-orang tua, tetapi juga anak-anak muda. Persoalannya adalah apakah ada cara yang membantu kita untuk berefleksi. Perintah Yesus kepada Simon dapat kita maknai sebagai perintah untuk menjalani hidup yang dalam. “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan” (ay. 4) merupakan perintah Yesus yang pada akhirnya membawa para nelayan itu pada pemaknaan kehidupan yang mendalam, yaitu pengalaman merasakan berkat dan tuntunan Allah. Simon dan kawan-kawan akhirnya berhasil menangkap banyak sekali ikan. Namun, semua itu berawal dari ketaatannya pada perintah Yesus. Itulah iman.

 

 

Youth, gereja dipanggil menjadi sarana untuk menolong umat mencapai kedalaman hidup, yaitu ketaatan kepada Allah. Jika dunia mengajarkan hidup yang dangkal, maka seharusnya gereja menjadi tempat di mana kedalaman hidup dapat dicapai. Barangkali kita pernah atau sedang mengalami kekeringan iman. Mari hidup taat kepada Allah, karena di sanalah letak kedalaman iman kita.

 

 

  1. Menurut Saudara, bagaimana perasaan Simon ketika diberi perintah untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala?
  2. Bagaimana upaya kita menjadikan persekutuan sebagai sarana untuk mencapai pemaknaan hidup yang mendalam?

 

 

Pokok Doa: Dimampukan untuk merefleksikan dan memaknai hidup secara mendalam.

Multiple Ajax Calendar

February 2019
S M T W T F S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama