12
Feb

BERANI DI TENGAH BADAI

Lalu Ia berkata kepada mereka:

“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

(Mrk. 4:40)

 

 

 

Saya tidak pandai berenang, karena itu saya merasa takut ketika menaiki sebuah kapal. Terlintas di dalam benak saya, apa jadinya jika kapal ini dihempas badai dan tenggelam. Pernah suatu kali saya menyeberangi lautan menuju ke sebuah pulau. Ketika berada di kapal motor yang ditumpangi 30 orang, saya melihat beberapa penumpang membawa jeriken kosong. Lalu saya bertanya untuk apa jeriken kosong itu. Mereka pun menjawab, “Siapa tahu terjadi sesuatu dan kapal ini akan karam, kami dapat menggunakan jeriken ini sebagai pelampung.” Saya hanya bisa berserah, karena saya tidak pandai berenang dan tidak punya pelampung jeriken.

 

 

Sobat Lansia, bagi para murid yang sebagian adalah nelayan handal, tentu menghadapi badai adalah sebuah hal biasa. Namun mereka panik dan membangunkan sang Guru. Para murid berharap bersama Yesus sang pembuat mukjizat, tidak akan ada roh jahat yang mengganggu mereka. Namun kenyataannya badai itu terjadi. Sobat Lansia, Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan bahwa selamanya hidup kita bagaikan berada di perairan tenang. Namun ia berjanji akan menyertai kita baik dalam air yang tenang maupun ketika badai kehidupan datang.DCN

 

 

DOA:

Ya Allah, di tengah badai kehidupan,

mampukanlah kami untuk tidak membiarkan diri kami dikuasai ketakutan,

namun tetap dapat merasakan kehadiran-Mu. Amin.

Multiple Ajax Calendar

February 2019
S M T W T F S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama