27
Feb

MEMBUDAYAKAN PENGAMPUNAN

Lukas 17:1-4

“Jagalah dirimu!

Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia,

dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.”

(Luk. 17:3)

 

 

 

Sikap main hakim sendiri makin marak terjadi di masyarakat. Kita mendengar berita mengenai pencopet yang dipukuli sampai babak-belur atau pencuri yang dengan keji dibakar hidup-hidup sampai mati. Selain itu, makin banyak cerita mengenai anggota keluarga yang saling menyakiti dan bahkan membunuh. Demikianlah pembalasan masih menjadi budaya yang marak di masyarakat. Jika demikian, masihkah dan akankah pengampunan menjadi budaya yang mungkin lestari, setidaknya di dalam gereja?

 

 

Gereja mewarisi ajaran dan teladan Yesus. Dalam bacaan hari ini Yesus mengajarkan bagaimana memperlakukan orang yang berbuat dosa. Orang itu disebut “saudaramu” oleh Yesus. Ini menunjukkan bahwa orang yang bersalah pun perlu dipandang dan diperlakukan sebagai saudara. Ia perlu ditegur. Jika ia menyesal, maka ia harus diampuni. Yesus cukup detil menjelaskan maksud-Nya. Meskipun tidak serta-merta dapat diimplementasikan dalam keseharian, namun menegur dan mengampuni adalah dua kata kunci yang penting. Yesus kembali menegaskan pentingnya relasi dalam sebuah persoalan. Bahkan jika ada yang berbuat dosa berulang kali, sebanyak itu pula pengampunan harus diberikan.

 

 

Youth, tak mungkin relasi kita dengan keluarga, kerabat maupun sesama dapat bertahan lama tanpa pengampunan. Memang kadang muncul niat dalam hati kita untuk membalas kejahatan orang lain. Namun kiranya mengampuni dapat menjadi budaya kita dan budaya itu kita tularkan dalam keseharian. Di tengah masyarakat yang gemar main hakim sendiri, mari berani tampil beda dengan membudayakan pengampunan. Dengan demikian, kita dapat memantapkan diri kita sebagai pengikut Kristus, dengan meneladani pengampunan-Nya.

 

 

  1. Apakah menegur dan mengampuni adalah solusi untuk menyadarkan orang lain?
  2. Mengapa menegur dan mengampuni tidak mudah dilakukan?

 

 

Pokok Doa: Dimampukan menegur dengan bijak dan mengampuni dengan tulus.

Multiple Ajax Calendar

February 2019
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama