7
Mar

MENANTI JANJI TUHAN

Keluaran 5:10-23

“Tuhan, mengapakah Kau perlakukan umat ini begitu bengis?

Mengapa pula aku yang Kauutus?”

(Kel. 5:22)

 

 

 

Menunggu merupakan hal yang membosankan. Ia seolah membuang waktu dan menggerus kesabaran kita. Namun, ada satu kata lain yang tampaknya lebih positif dari menunggu, yaitu menanti. Menanti digunakan untuk menunggu sesuatu yang jauh lebih berharga. Pemazmur sendiri menggunakan kata menanti untuk hal yang berkaitan dengan Tuhan atau janji-Nya.

 

 

Menanti janji Tuhan dilakukan oleh Musa dan bangsa Israel. Mereka percaya bahwa Tuhan akan membebaskan mereka (Kel. 4:29-31). Karena itu, Musa dan Harun berani menghadap Firaun agar membebaskan bangsa Israel. Namun, jawaban Firaun menyesakkan hati Musa. Firaun justru semakin keras menekan bangsa Israel. Firaun tidak lagi menyediakan jerami sebagai bahan bakar utama membuat bata. Mereka harus mencarinya sendiri, tetapi volume produksi bata tidak boleh berkurang. Tidak hanya itu, para pengerah memukuli para mandur Israel agar rakyat bekerja lebih keras lagi. Melihat kenyataan ini, bertanyalah Musa kepada Tuhan, “Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis?” Musa mempertanyakan jika Tuhan sudah berjanji, lalu kenapa keadaannya justru semakin sulit?

 

 

Youth, kita mungkin pernah juga berada di posisi Musa. Saat kita menanti janji Tuhan digenapi, keadaan justru terasa tidak semakin membaik. Tetapi janganlah berputus asa. Keadaan buruk dapat dipakai Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya; kuasa yang jauh lebih besar dari yang bisa kita pikirkan. Jika kita tetap percaya, kita menanti bukan untuk sesuatu yang sia-sia. Kita menanti waktu dan cara Tuhan yang senantiasa terbaik bagi kita.

 

 

  1. Apa yang membuat Musa menjadi takut?
  2. Apa yang membuat Anda takut atau ragu terhadap janji Tuhan?

 

 

Pokok Doa: Kaum muda tetap berpegang kepada janji Tuhan yang baik.

Multiple Ajax Calendar

March 2019
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama