16
Mar

TITIK ATAU KOMA?

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.

Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.

Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

(Yoh. 14:2)

 

 

 

Suasana duka menyelimuti Ibu Hana. Cucu pertamanya dipanggil Tuhan. Padahal anak laki-laki itu masih berusia 14 tahun. Sungguh, usia yang masih sangat muda. Kebaktian kedukaan sampai dengan pemakaman diwarnai dengan tangisan pilu, secara khusus Ibu Hana dan anak mantunya. Berkali-kali, Ibu Hana berkata, “Tuhan, kenapa bukan aku dulu yang dipanggil? Cucuku masih sangat muda.”

 

 

Sobat Lansia, kita pasti dapat merasakan kesedihan Ibu Hana. Memang perasaan duka mewarnai diri kita, manakala kita kehilangan orang yang kita kasihi, entah pasangan, anak, menantu atau cucu. Kita berharap agar mereka dapat tinggal di dunia lebih lama lagi. Namun, kehendak Tuhan kadang berbeda dengan kehendak kita. Tuhan memanggil mereka. Di dalam rasa duka, jangan biarkan iblis mencuri pengharapan kita. Percayalah bahwa kematian yang dialaminya merupakan pintu menuju pada kekekalan. Sebab Tuhan Yesus berjanji akan memberikan tempat kepada mereka di surga. Oleh karena itu, kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Kematian bukanlah titik, melainkan koma di mana masih akan ada perjalanan yang akan kita lalui menuju pada kekekalan.DCN

 

 

DOA:

Bapa di surga, terima kasih untuk janji-Mu akan kehidupan kekal. Mampukanlah kami untuk terus berkarya di masa tua kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

March 2019
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama