29
Mar

IKAN KOIKU

Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang,

tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu

dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang ….

(Yes. 54:10)

 

 

 

Baru-baru ini kami sekeluarga ke luar kota beberapa hari. Rumah ditinggal kosong. Ketika pulang kebetulan tengah malam, saya kaget rumah gelap gulita, ternyata listrik padam. Puluhan ikan koi mati bergelimpangan karena pompa kompresor oksigennya mati. Air kolam menjadi keruh dan berbau busuk. Syukurlah esok paginya ketika kolam dikuras, ternyata ada 10 ekor yang berukuran 20 cm masih hidup! Saya cukup senang, sebab masih ada ikan kecil-kecil yang dapat hidup.

 

 

Seperti ikan, kita juga perlu oksigen untuk hidup. Namun kita berbeda dari ikan, sebab di samping itu kita juga butuh Roh dari Allah, supaya kita hidup berkenan kepada-Nya. Jika saya sedih ikan-ikan koi saya mati, maka Allah pun sedih jika manusia ciptaan-Nya yang sangat dikasihi-Nya mati secara rohani dan hidup dalam dosa. Oleh karena itu, Yesus, dalam kasih setia dan kerelaan-Nya bersedia mati disalib untuk menebus kita dari hukuman dosa. Jika ikan koi yang kecil-kecil itu masih diberi hidup oleh Tuhan, terlebih kita. Kasih setia dan perjanjian damai-Nya tidak bergoyang, kekal bagi kita yang mau percaya kepadaNya. Percayakah kita?KUN

 

 

DOA:

Bapa Sorgawi, terkadang kami merasa hidup kami tidak disertai Tuhan.

Kami bersyukur Tuhan mengingatkan kami kembali hari ini bahwa Tuhan

pemberi nafas hidup dan pemelihara hidup kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

March 2019
S M T W T F S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama