2
May

KUASA DAN KERENDAHAN

Yesaya 5:11-17

Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan,

ya, orang-orang sombong akan direndahkan.

(Yes. 5:15)

 

 

 

Dalam lakon wayang Jawa, ada cerita tentang Petruk dadi ratu (Petruk jadi raja). Cerita ini berkisah tentang kekonyolan seorang hamba sahaya yang lupa akan status dirinya sebagai seorang hamba dan merasa bahwa ia adalah seorang raja yang berkuasa.

 

 

Demikian pula orang-orang yang dikritisi oleh nabi Yesaya. Mereka adalah manusia-manusia biasa yang lupa akan status dirinya sebagai manusia. Mereka menyombongkan diri; menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang berkuasa.

 

 

Dosa semacam ini sebenarnya bukan hal baru dalam sejarah manusia. Alkitab memberi kesaksian bahwa godaan yang membuat manusia yang diciptakan Tuhan jatuh dalam dosa adalah godaan untuk menjadi sama seperti Tuhan; ingin mempunyai kuasa yang besar. Rasa haus dan rakus akan kuasa inilah yang sering kali membuat manusia tidak lagi bisa berfungsi sebagai manusia, sebagaimana Tuhan maksudkan. Tentang kekuasaan ini, Lord Acton (sejarawan, politisi dan penulis) mengatakan, “Power tends to corrupt” (kekuasaan cenderung disalahgunakan).

 

 

Orang-orang sombong, haus dan rakus kekuasaan, pada akhirnya hanya akan menebar ketidakadilan dan penderitaan kepada orang-orang di sekitar mereka. Tuhan menanti keadilan, kata Yesaya, tetapi hanya ada kelaliman. Tuhan menanti kebenaran, tetapi hanya ada keonaran (ay. 7). Jika jalan ini yang kita pilih, maka Tuhan pun pasti akan menundukkan dan merendahkan kita.

 

 

REFLEKSI:

Sehebat-hebatnya orang yang berkuasa,

lebih hebat lagi orang yang mampu merendahkan dirinya sendiri.

Mzm. 30; Yes. 5:11-17; Why. 3:14-22

Multiple Ajax Calendar

May 2019
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama