8
May

KERAS HATI

“… aku tidak akan sanggup melanggar titah TUHAN

apa yang akan difirmankan TUHAN, itulah yang akan kukatakan.”

(Bilangan 24:13)

 

 

 

Setelah makan malam, Papa meminta Kak Santi dan Didi berdamai. “Aku tidak salah, mengapa harus minta maaf?” Didi masih mengeraskan hati. Tiba-tiba Kak Santi mengulur­kan tangannya ke arah Didi mengajak berdamai. “Maafkan Kakak ya, Di. Seharusnya Kakak tidak menyalahkan kamu,” ujar Kak Santi penuh penyesalan. Mendengar pengakuan kakaknya, kekerasan hati Didi luluh juga. “Maafkan aku juga, Kak. Tadi siang aku sudah bicara kasar.” Didi menyambut permo­honan maaf Kak Santi.

 

 

Adik-adik, ketika Roh Allah diam di dalam kita, Roh Allah meluluhkan kekerasan hati dan keinginan yang tak sesuai dengan kehendak-Nya. Sebaliknya, Roh Allah menuntun kita untuk melakukan kehendak-Nya. Seperti kisah Bileam yang diminta untuk mengutuk bangsa Israel, tapi yang keluar dari mulutnya adalah berkat bagi bangsa Israel. Ayo kita baca Bilangan 24:10-13.

 

 

Adik-adik, mari kita buang kekerasan hati kita dan bersedia tunduk pada Roh Kudus, agar kehendak Allah saja yang kita lakukan.

 

 

Doa: Bapa di Surga, biarlah Roh Kudus yang memimpin hidupku untuk melakukan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus aku memohon. Amin.

Multiple Ajax Calendar

May 2019
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama