14
May

NILAI DELAPAN DALAM KESALAHAN

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku

dengan roh yang teguh!

(Mazmur 51:12)

 

 

 

Ye… asyik kan, Di! Aku yang menyontek dapat nilai delapan,” ujar Bandi. “Makanya nggak perlu jadi anak rajin, Di,” Bandi membenarkan kekeliru­annya.

 

 

Adik-adik, ber­beda sekali kisah Bandi di atas dengan Raja Daud. Apa perbedaannya? Ayo kita baca Mazmur 51:1- 12. Bandi dan Raja Daud sama-sama telah melaku­kan kesalahan. Kesalahan Bandi adalah tidak belajar dan menyontek saat ulangan. Kesalahan Raja Daud adalah membuat rencana curang agar suami dari Batsyeba mati di medan perang. Penyebabnya, Raja Daud menyukai Batsyeba, istri Uria. Bandi dan Raja Daud, sama-sama berbuat salah. Perbedaannya, Bandi bangga atas kesalahannya, sedangkan Raja Daud menyesal dan mohon ampun kepada Allah.

 

 

Adik-adik, Roh Kudus yang diam di dalam kita akan membuat kita tidak merasa nyaman atau tidak bangga ketika melakukan kesalahan. Setiap orang dapat berbuat salah, tetapi pastikan kita menyadari kesalahan yang telah dibuat dan mohon ampun kepada Allah, lalu berusaha tidak mengulanginya.

 

 

Doa: Bapa di Surga, ampunilah aku atas kesalahan yang aku perbuat. Dalam Kristus, aku memohon pengampunan dan kekuatan untuk tidak mengulangi kesalahan itu. Amin.

Multiple Ajax Calendar

May 2019
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama