20
May

KELUAR DARI ZONA NYAMAN: PERTUMBUHAN

Kisah Para Rasul 11:19-26

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya,

sambil mengajar banyak orang.

(Kis. 11:26)

 

 

 

Tidak ada manusia yang menginginkan hidupnya menghadapi kesulitan, apalagi pertentangan. Kebanyakan manusia menyukai kenyamanan. Itu sebabnya, sedikit sekali orang yang mau keluar dari zona nyamannya. Misalnya, sudah merasa nyaman bekerja, dapat membuat ogah menerima tawaran studi lanjut, dengan alasan tidak mau repot dengan tugas-tugas dan kehilangan pekerjaan; sudah nyaman dengan satu kelompok teman, sehingga enggan untuk mengenal teman baru. Pernahkah terpikir bahwa ketika keluar dari zona nyaman, maka terjadi pertumbuhan? Bukankah sedari kecil kita sudah diajarkan meninggal-kan zona nyaman, seperti mengurangi waktu bermain demi kepentingan sekolah? Hasilnya? Kita bertumbuh! Pengetahuan kita bertambah.

 

 

Sesudah Stefanus dihukum mati karena imannya kepada Kristus, jemaat perdana memilih untuk tidak berdiam diri. Mereka melanjutkan pekabaran Injil ke berbagai daerah, baik kepada orang Yahudi maupun kepada orang Yunani. Barnabas terkejut, ternyata banyak orang Yahudi dan Yunani di Antiokhia yang telah menjadi percaya kepada Kristus. Ia pun kemudian mengajak Saulus untuk bersama-sama mengajar di Antiokhia. Di Antiokhia inilah, orang-orang percaya pertama kalinya disebut Kristen. Jelas, ketika jemaat perdana memilih keluar dari zona nyaman dan tetap memberitakan Injil, mereka bertumbuh.

 

 

Youth, menjadi murid Allah, berarti kita diajak untuk berani keluar dari zona nyaman. Bisa jadi kita akan mengalami kesulitan, tetapi melaluinya kita menjadi bertumbuh; lebih mengandalkan Dia dan peka terhadap kebutuhan sesama. Lihatlah semua hal sebagai proses Tuhan membentuk kita.

 

 

  1. Apa yang terjadi di jemaat Antiokhia?
  2. Kesulitan apa yang Anda hadapi untuk keluar dari zona nyaman?

 

 

Pokok Doa: Kaum muda berani keluar dari zona nyaman.

Multiple Ajax Calendar

May 2019
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama