23
May

DIAM ITU EMAS

“Sekiranya kamu menutup mulut,

itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu.”

(Ayb. 13:5)

 

 

 

Sakit apa jeng? Kok bisa kena kanker payudara sih? Mesti kebanyakan makan mi instan ya? Dibanyakin olahraganya. Lagi stres, banyak pikiran ya? Kudu santai jeng, hidup itu, karena kebanyakan pikiran itu bisa mendatangkan sakit penyakit. Sebagai orang Kristen kita harus sabar dan dekat sama Tuhan supaya hidup kita dijauhkan dari segala persoalan ya, jeng.” Bu Ranti hanya diam mendengar celotehan temannya yang sedang menjenguknya. Bu Ranti merasa tidak nyaman karena merasa dihakimi dan digurui oleh temannya itu.

 

 

Sahabat Lansia, itu pula yang dirasakan oleh Ayub ketika sedang mengalami musibah. Ayub mengharapkan teman-temannya bisa mendengarkan apa yang ia alami dan menghiburnya. Tapi kenyataan justru sebaliknya, teman Ayub justru menghakimi. Mereka bukannya menghibur malah membuat Ayub merasa tambah menderita. Diam itu memang emas, ketika kita sedang menjenguk sesama yang sedang sakit. Mari kita menjadi bijaksana dalam membuka telinga, dan mulut kita. Mari menjadi pendengar-pendengar yang baik dalam menemani dan mendampingi teman-teman kita yang membutuhkan kehadiran kita. Terkadang memang lebih baik diam daripada banyak bicara.YOS

 

 

DOA:

Ya Bapa, mampukanlah kami agar kami bijaksana dalam

menggunakan telinga dan mulut kami supaya kehadiran kami

semakin menjadi berkat. Amin.

Multiple Ajax Calendar

May 2019
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama