30
May

SEBUTKANLAH AKU MARA

“Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara,

sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.”

(Rut 1:20)

 

 

 

Naomi menyebut hidupnya Mara, yang artinya seseorang yang penuh kepahitan. Itu karena ia kehilangan suaminya dan kedua putranya di negeri asing. Kemudian ia pulang ke kampung halamannya bersama Rut, anak menantu perempuannya, yang telah mengalami kasih Naomi, mertuanya. Namun, bagaimana kisah hidupnya selanjutnya? Ia tiba di Betlehem ketika musim menuai mulai. Dan di penghujung musim itu, Boas menebus tanah pusaka keluarga Naomi dan menikahi Rut. Kepada Boas dan Rut, Tuhan mengaruniakan anak laki-laki, itulah Obed, ayah Isai ayah Daud, yang kemudian menjadi Raja Israel.

 

 

Sahabat Lansia, apabila kita merangkumkan kehidupan kita ke dalam satu kata seperti yang dilakukan oleh Naomi, kata apakah yang kita pilih untuk mewakili kisah hidup kita? Naomi mungkin terbawa emosi ketika menuding Tuhan telah membuat hidupnya seperti Mara. Namun, dengan kekuasaan-Nya Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang besar. Bahkan sebelum musim itu berakhir, Tuhan membalikkan kehidupan Naomi. Betapa ajaibnya kasih dan perbuatan Tuhan! Bagaimanakah kita memandang kehidupan kita? Apakah kita memandang kepahitannya, ataukah manisnya kasih Tuhan dan pertolongan-Nya yang selalu ajaib?SM

 

 

DOA:

Bapa di Surga, tuntunlah mata hati kami

untuk melihat keajaiban-keajaiban kasih dan pemeliharaan-Mu

di dalam seluruh perjalanan kehidupan kami. Amin.

Multiple Ajax Calendar

May 2019
S M T W T F S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama