5
Jun

DIAM TIDAK SELALU EMAS

Yehezkiel 3:12-21

“… engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa…

Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”

(Yeh. 3:18)

 

 

 

Ada ungkapan yang berbunyi “diam itu emas!” Ungkapan ini menegaskan bahwa lebih baik tidak berbicara demi kebaikan. Sebuah mutiara yang bagus tercipta dari mulut kerang yang terkatup. Jika kerang selalu membuka mulutnya, pasir dan kotoran laut akan terus masuk memenuhi mulutnya, akibatnya mutiara indah tidak pernah akan tercipta. Inilah kekuatan dalam diam yang diyakini banyak orang, sehingga mereka memilih lebih baik diam ketimbang berbicara. Namun, apakah diam selalu berarti emas?

 

 

Ungkapan “diam itu emas” harus dimaknai secara benar. Tidak selamanya diam adalah baik dan benar. Ada kalanya kita harus berbicara, bahkan berbicara dengan keras. Itu diperintahkan Allah kepada Yehezkiel, ketika ia menjadi nabi di tengah-tengah bangsa Israel (Yeh. 3:12-21). Allah memanggil Yehezkiel menjadi nabi sebagai penyambung lidah bagi umat-Nya. Yehezkiel diminta untuk berani menyatakan kesalahan seseorang. Bahkan, dengan tegas Allah berkata, jika Yehezkiel tidak menegur orang yang melakukan kesalahan, maka Allah akan meminta pertanggungjawaban atas sikap diam yang dilakukan Yehezkiel tersebut.

 

 

Youth, diam tidak selalu emas. Tuhan ingin kita berani menegur kesalahan orang lain dengan baik dan di waktu yang tepat. Memang, menegur kesalahan orang lain bisa membawa banyak konsekuensi di dalam hidup kita. Tetapi, jangan jadikan itu alasan kita untuk selalu diam. Tuhan ingin kita menjalankan tugas kita sebagai penyambung lidah-Nya. Jangan diam melihat orang lain melakukan kesalahan. Suarakanlah suara kenabianmu!

 

 

  1. Apa yang Allah minta dari Yehezkiel?
  2. Apa yang membuat kita sulit untuk menegur orang?

 

 

Pokok Doa: Keberanian untuk menegur orang yang melakukan kesalahan.

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama