15
Jun

GEREJAKU: RUMAHKU

Lukas 2:41-52

“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, 

bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

(Luk. 2:49)

 

 

 

Mana yang akan Anda pilih, gereja adalah rumahku atau gereja adalah rumah singgahku? Menjadikan gereja sebagai rumah kita, berarti kita akan selalu rindu untuk pulang, menikmati persekutuan dan membangun gereja itu bersama-sama. Tetapi menganggap gereja sebagai rumah singgah, membuat kita datang hanya ketika membutuhkan sesuatu; melakukan sesuatu karena kewajiban dan tidak merasa menjadi bagian utuh dari rumah tersebut.

 

 

Ketika Yesus berumur 12 tahun, Ia turut pergi ke Bait Allah di Yerusalem bersama kedua orangtuanya untuk mengikuti hari raya Paskah. Di sana, terjadi sebuah peristiwa yang mengejutkan. Setelah merayakan hari raya Paskah, orangtuanya pulang. Tetapi, mereka tidak melihat Yesus di dalam rombongan yang pulang. Mereka lalu mencari Yesus. Setelah tiga hari mencari, mereka mendapati Yesus berada di Bait Allah; Yesus sedang duduk di tengah-tengah para pemuka agama Yahudi sambil mendengarkan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka (Luk. 2:41-52). Ketika Maria, ibunya mempertanyakan keberadaan-Nya, Yesus menjawab, “Aku berada di dalam rumah Bapa-Ku.” Yesus menganggap Bait Allah itu sebagai rumah Bapa-Nya, yang berarti merupakan rumah-Nya juga.

 

 

Youth, gereja adalah rumah kita; bukan rumah singgah. Gereja sebagai rumah akan memberikan kita kehangatan, kasih, sukacita, damai sejahtera, dan hal-hal baik lainnya. Di dalam Gereja yang adalah rumah, kita akan merasakan persekutuan yang indah. Di dalamnya kita memupuk iman dan menjadi berkat bagi sesama. Sediakan dan nikmatilah waktu di dalam gereja.

 

 

  1. Apa yang membuat orang tua Yesus khawatir ketika pulang dari Bait Allah?
  2. Hal apa saja yang membuat kita rindu untuk selalu ke gereja?

 

 

Pokok Doa: Kerinduan untuk selalu berada di gereja.

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama