20
Jun

SUNAT HATI

Roma 2:17-29

Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya

dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah.

(Rm. 2:29)

 

 

 

Suatu kali, sekelompok biarawan yang hidup disiplin mengendalikan diri dengan bertapa ingin turun gunung. Mereka ingin belajar hidup bersama masyarakat desa. Seorang dari mereka mengusulkan agar mereka berlatih beberapa kebiasaan yang ada di desa. Salah satunya adalah latihan bertengkar. Seorang biarawan mengusulkan, “Ayo kita latihan bertengkar. Sudah lama kita tidak bertengkar. Bagaimana jika memperebutkan roti ini?” Mereka setuju atas usul itu. Seorang lalu memegang roti itu dan seorang lainnya dengan tiba-tiba merebutnya sambil berteriak, “Ini rotiku!” Orang yang direbut rotinya terpaku karena kaget. Setelah beberapa saat terpaku, akhirnya ia berkata, “Ya sudah, kalau itu rotimu. Makanlah.” Kejadian itu disambut tawa seluruh biarawan yang menyaksikannya. Itulah hasil proses pengendalian diri bertahun-tahun dalam hidup biara.

 

 

Paulus mengkritik Jemaat yang memahami bahwa sunat adalah jaminan hidup keselamatan. Sunat tidak otomatis menghasilkan buah-buah kehidupan yang dipimpin oleh hukum Taurat (perintah-perintah Allah). Menurut Paulus, yang terpenting bukanlah tanda pada tubuh lahiriah, yaitu sunat. Melainkan perubahan hati, perubahan sikap hidup yang dijiwai oleh pimpinan Roh. Nasehat Paulus, jadilah orang Yahudi sejati, yaitu orang yang dipuji Allah; orang yang melakukan Taurat.

 

 

Menjadi seorang Kristen tidaklah cukup dengan menerima baptisan. Paulus menasihatkan sunatlah hatimu. Hiduplah melakukan firman Tuhan, seperti sikap tidak mudah bertengkar, bahkan tidak bisa lagi bertengkar. Itulah tindakan yang dipuji Tuhan.

 

 

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia, bangunkanlah iman kami

untuk melakukan firman-Mu dengan setia. Amin.

Mzm. 22:20-29; Yes. 56:9-12; Rm. 2:17-29

Multiple Ajax Calendar

June 2019
S M T W T F S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengganti ongkos cetak dan biaya pengiriman:

Rp. 70.000,-/tahun

Rp. 8.000,-/eksemplar


Pembayaran melalui:

Bank Mandiri - Jakarta, Kelapa Dua

A/C No. 165 0000 558743

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama

Marketing


BCA Bidakara

A/C No. 450 558 9999

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama


Persembahan Kasih melalui:

BCA Bidakara

A/C No. 450 305 2990

a.n. Yayasan Komunikasi Bersama